Kontingen Garuda XX-F/Monuc menerima “UN Brevet” dari PBB dalam
upacara sekaligus peringatan HUT ke-64 Tentara Nasional Indonesia di
Dungu-Negara Republik Demokratis Kongo, hari Senin (5/10/2009).
Upacara tersebut sekaligus acara pelaporan kenaikan pangkat personel
Satgas Kontingen Garuda XX-F yang memperoleh penghargaan dari negara
untuk naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.
UN
Brevet adalah penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada
Kontingen Indonesia sebagai salah satu satuan zeni yang tergabung
dalam pasukan penjaga perdamaian dunia. Satgas Kompi Zeni TNI
Kontingen Garuda XX-F memiliki mandat untuk mendukung pentahapan
misi PBB guna menghentikan konflik dan menciptakan perdamaian di
Negara Republik Demokratik Kongo.
Bahkan misi PBB di Kongo (Monuc) melalui Force Engineer (pimpinan
tertinggi bidang zeni) menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya
kepada kontingen Indonesia atas dedikasi dan upaya konkrit dalam
melaksanakan mandat PBB, yaitu membangun infrastruktur bernilai
strategis seperti pembuatan dan perawatan bandar udara, pembangunan
dan perawatan rute-rute utama pengerahan personel dan penyaluran
suplai logistik, pembuatan kantor, markas maupun camp bagi kontingen
dan staf Monuc, pembangunan lokasi DDRRR (Disarmament,
Demobilization, Repatriation, Resettlement, Reintegration) serta
fasilitas lainnya yang secara tidak langsung berdampak positif bagi
pergerakkan roda perekonomian di Negara yang kerap dilanda konflik
tersebut.
Saat ini terdapat 174 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas
Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F. Mereka bertugas bersama
sekitar 17.000 pasukan penjaga perdamaian PBB lainnya dalam Monuc
(Mission de l’Organisation des Nations Unies en République
Démocratique du Congo/misi PBB di Kongo).
“UN Brevet” merupakan kebanggan tersendiri bagi prajurit TNI yang
bertugas di Kongo karena tidak semua personel militer Indonesia
yang tergabung dalam misi PBB bias memperoleh penghargaan itu.
Seperti yang disampaikan oleh Irjen Dephan RI-Letjen TNI Safzen
Noerdin saat berkunjung ke camp Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen
Garuda XX-F beberapa waktu lalu, “Pemberian medali oleh PBB
merupakan suatu kebanggaan dan kesejahteraan bagi prajurit yang
bertugas sebagai peace keeper (pasukan penjaga perdamaian)”. Brevet
UN berupa sayap emas mengapit benteng serta simbol PBB dan tulisan
Monuc melambangkan kesiapsiagaan pasukan zeni dengan mobilitas yang
tinggi untuk melaksanakan mandat PBB di setiap wilayah yang di landa
konflik di Kongo.
Hal tersebut senada dengan upaya nyata pasukan Garuda XX-F dalam
melaksanakan pekerjaan konstruksi bangunan, konstruksi jalan,
pembuatan dan pemeliharaan lapangan terbang, pekerjaan drainase,
pendeteksian dan pengamanan ranjau, serta pengamanan dan
penghancuran munisi dan bahan peledak di wilayah yang berbeda-beda
selama masa penugasan di Kongo.
Dalam sambutannya pada upacara tersebut, Komandan Satgas mengajak
seluruh personel Kontingen Garuda XX-F untuk menjadikan penghargaan
UN tersebut sebagai kebanggaan dan motivasi dalam meningkatkan
prestasi kerja dan pengabdian kepada bangsa, Negara serta masyarakat
dan dunia internasional.
Dalam upacara memperingati HUT TNI dan penyematan UN Brevet itu,
bertindak sebagai komandan upacara adalah Kapten Inf Leo Sugandi dan
inspektur upacara adalah Komandan Satgas-Mayor Czi Sugeng Haryadi
Yogopranowo.
Demikian
siaran pers Perwira Penerangan Konga XX-F/MONUC, Kapten Inf Leo
Sugandi yang dikirim ke redaksi situs berita Lacakindonesia.com.