Kasum TNI yang diwakili Asops
Panglima TNI Mayjen TNI Supiadin AS membuka lomba tembak piala
Panglima TNI tahun 2009, di lapangan tembak Kartika Cilodong, Bogor,
Jawa Barat, Senin (19/10/2009). Lomba tembak yang dilaksanakan mulai
tanggal 19 sampai dengan 23 Oktober 2009 di ikuti oleh kontingen
dari Mabes TNI, Mabesad, Mabesal, dan Mabesau, masing-masing
kontingen terdiri dari 21 petembak dan 11 official.
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Laut
(P) Guntur Wahyudi menjelaskan materi lomba tembak yang
dipertandingkan antara lain Match 1 (Dato Match), Match 2 (Pihin
Match), Match 3 (Pingiran Match), Match 4 (Chriteria Match), Match 5
(Pistol Match), Match 6 (SO/GMPG), Match 7 (Team Snep), Match 8
(Section Match), dan Match 9 (Falling Plate).
Dalam lomba tembak tersebut juga
diikuti lomba tembak eksekutif yang pesertanya para Pati Mabes TNI
dan dari masing-masing angkatan. Ikut dalam lomba tembak antara lain
Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Syaiful Rizal, Pangdam Jaya Mayjen TNI
Darpito,SIP, Dankormar Mayjen (Mar) M. Alfan Baharuddin, Kas Kostrad
Mayjen TNI M. Kusnowo, Pangdif I Kostrad Mayjen TNI Hatta Safrudin
dan para perwira tinggi masing-masing angkatan.
Kasum TNI Laksdya TNI Y.Didik Heru
Purnomo dalam amanatnya yang di bacakan oleh Asops Panglima TNI,
menyampaikan bahwa kegiatan lomba tembak ini diprogramkan setiap
tahun oleh Mabes TNI, selain bertujuan untuk memelihara dan
meningkatkan kemampuan petembak TNI, juga untuk menghasilkan bibit
petembak TNI dalam menghadapi lomba tembak skala internasional,
khususnya lomba tembak BISAM (Brunai Internasional Skill at Arm
Meeting).
Dari kegiatan lomba tembak ini,
diharapkan dapat mengevaluasi program latihan menembak yang
dilaksanakan oleh masing-masing angkatan dalam upaya memelihara dan
meningkatkan kemampuan para prajuritnya.
Kepada para peserta lomba tembak,
Kasum TNI menekankan agar para peserta menjunjung tinggi sportivitas
selama lomba berlangsung dan menghindari tindakan-tindakan yang
tidak terpuji; menjaga nama baik masing-masing kontingen dengan
meraih prestasi setinggi-tingginya; menggunakan ajang lomba tembak
TNI ini sebagai wahana untuk memupuk dan meningkatkan jiwa korsa
serta tali persahabatan sesama prajurit TNI.