Lacakindonesia.com, 3 Nopember 2009
Liputan: Siska Kartika
Lebanon,
(3/11/2009). Jumlah personel militer dari Indonesia yang bertugas
sebagai peace keeper (pemelihara perdamaian) pada misi Unifil
(United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon Selatan
bertambah 150 orang, hal ini ditandai dengan kedatangan Satgas Konga
XXIII-C1/Unifil di Markas Batalyon Indonesia Konga XXIII-C/Unifil (Indobatt/Indonesian
Battalion) UN POSN 7-1 Adshit al Qusayr. Dengan bertambahnya jumlah
pesonel TNI di Lebanon, maka Indonesia menempati posisi ke tiga
dalam hal jumlah personel militer di Unifil setelah Kontingen Italia
dan Perancis.
Saat ini
terdapat 1298 prajurit TNI yang bertugas di Lebanon, terdiri dari
850 personel Konga XXIII-C/Unfil (Indobatt/Indonesian Battalion), 75
personel Konga XXV-A/Unifil (Indo MP/Indonesian Military Police),
200 personel Konga XXVI-A/Unifil (Indo FHQSU/Indonesian Force Head
Quarter Support Unit) dan 150 personel Konga XXIII-C1/Unifil (yang
akan bergabung dengan Indobatt) serta 23 personel TNI yang bertugas
sebagai staf di Markas Besar Unifil – HQ, Naqura maupun di Markas
Sektor Timur Unifil - Marjayoun.
Kedatangan
Konga XXIII-C1 diterima oleh Komandan Satgas Indobatt, Letnan
Kolonel Inf Raden Haryono dalam sebuah upacara militer bertempat di
Rubb Hall Indobatt, pada hari Senin 02 Nopember 2009 yang dihadiri
oleh para perwira staf dan komandan kompi. Dalam amanatnya Dansatgas
Indobatt menegaskan agar kedatangan satu kompi tambahan yang baru
tiba ini dapat semakin menambah kepercayaan masyarakat setempat
terhadap keberadaan Kontingen Garuda Indonesia di Lebanon dalam
mengemban misi perdamaian, sehingga stabilitas keamanan dapat
senantiasa terjaga dan perdamaian abadi terwujud di Lebanon.
Selama ini
Indobatt sudah banyak mengukir prestasi di Unifil, baik dalam hal
operasi maupun lomba antar kontingen. Dalam hal operasi, Indobatt
pernah mendapatkan penghargaan dari Komandan Sektor Timur Unifil,
semasa dipimpin oleh Brigadir Jenderal Alberto Asarta Cuevas dari
Spanyol, karena dinilai mampu menyelenggarakan operasi penempatan
pasukan secara masal dalam Battalion Full Deployment Operation
dengan maksimal dan terbaik. Sedangkan dalam hal perlombaan antar
kontingen, Indobatt tercatat beberapa kali menjadi juara umum dalam
lomba menembak, Tennis Lapangan, Bulu tangkis dan Billiard. Letkol
Inf R. Haryono menambahkan dengan bertambahnya jumlah pasukan,
diharapkan Indobatt akan semakin berprestasi dan disegani serta
diakui profesionalismenya oleh kontingen negara lain, tambah
Dansatgas. Indobatt saat ini memiliki area of responsibility (AoR/daerah
tanggung jawab operasi) seluas 84 Km2 meliputi 13 desa di Lebanon
Selatan yang berbatasan langsung dengan Israel. Dengan kedatangan
satu kompi tambahan yang tergabung dalam Indobatt, rencananya daerah
tanggung jawab Indobatt akan bertambah luas. Sampai saat ini
penambahan daerah tanggung jawab Indobatt belum diputuskan oleh
Unifil, namun ada kemungkinan Indobatt akan mengontrol wilayah Srifa
yang sebelumnya adalah daerah tanggung jawab Batalyon Perancis.
Demikian siaran
pers Perwira Penerangan Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-C/UNIFIL
Letkol Arh Hari Mulyanto yang dikirim ke redaksi situs berita
Lacakindonesia.com