Lacakindonesia.com, 4 Desember 2009
Liputan: Siska Kartika
Peran kehumasan
bagi institusi TNI, merupakan pintu terdepan untuk
mensosialisasikan dan mempublikasikan jati diri dan kinerja TNI,
agar dikenal dan diketahui publik. Dari sanalah diharapkan akan
tumbuh kecintaan dan dukungan bagi TNI selaku komponen kedaulatan
negara dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi
segenap bangsa Indonesia. Demikian amanat Kapuspen TNI yang
dibacakan oleh Wakapuspen TNI Brigjen TNI Supriyadi pada upacara
penutupan Kursus Perwira Hubungan Masyarakat (Suspahumas) TA 2009 di
Gd. I Gusti Ngurah Rai Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur. Jum’at
(4/12/2009).
Lebih lanjut Kapuspen
TNI menyampaikan agar tugas-tugas kehumasan sebaiknya tidak hanya
terletak pada pundak para pejabat penerangan, akan tetapi merupakan
tugas dan tanggung jawab bersama dari seluruh personel TNI, baik
prajurit maupun Pegawai Negri Sipil. Pada hakikatnya semua personel
TNI merupakan insan yang harus berperan mempublikasikan jati diri
dan kinerja TNI kepada masyarakat, baik secara perorangan maupun
dalam bentuk satuan. Seorang prajurit, khususnya Perwira seharusnya
memiliki kemampuan untuk menjadi Humas melalui komunikasi yang baik
dengan masyarakat.
Kadispenum
Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi dalam rilisnya
menjelaskan baik buruknya citra TNI, bergantung pada bagaimana cara
TNI mengkomunikasikan kinerjanya kepada masyarakat melalui berbagai
media yang tersedia. Oleh karena itu, personel TNI harus mampu
menjadi corong TNI untuk mengkomunikasikan kepentingan tugas-tugas
TNI dengan masyarakat, sekaligus membina hubungan yang baik dengan
media massa yang akan menjadi jembatan dalam komunikasi yang
dimaksud, kata Kapuspen TNI.
Suspahumas TA
2009 dapat terlaksana dengan lancar berkat kerjasama dengan PT
Numomentum Komunitas Asia. Dengan siswa yang terdiri dari perwira
Angkatan Darat, Laut dan Udara seluruh Indonesia yang berjumlah 20
orang. Suspahumas ini berlangsung selama 2 bulan sejak Oktober
hingga Desember 2009 di Mabes TNI Cilangkap.