Lacakindonesia.com, 9 Desember 2009
Liputan: Siska Kartika
Munas Dharma
Pertiwi ke-XI Tahun 2009 mengangkat tema ”Dharma Pertiwi Bertekad
Menyukseskan Program Pemerintah Dalam Upaya Meningkatkan Kepedulian
Sosial dan Pendidikan Guna Terwujudnya Kesejahteraan Keluarga
Prajurit”. Melalui tema tersebut, saya menangkap spirit dan kehendak
kuat jajaran Dharma Pertiwi dalam mengoptimalkan kiprah dan
peranannya, dalam turut serta menyukseskan pembangunan nasional,
melalui berbagai upaya peningkatan kepedulian sosial, pendidikan dan
kesejahteraan khususnya bagi keluarga prajurit.
Demikian
sambutan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso selaku Pembina
Utama Dharma Pertiwi pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-XI Dharma
Pertiwi Tahun 2009, di Gedung Panti Perwira Balai Sudirman Jakarta.
Rabu (9/10/2009).
Kadispenum
Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi dalam rilisnya
menjelaskan tujuan pelaksanaan Munas Dharma Pertiwi yang
dilaksanakan 5 tahun sekali ini adalah: Menyempurnakan, mengubah,
menetapkan dan mengesahkan AD dan ART. Membuat dan mengesahkan
rencana kerja tahun 2009 s.d. 2014. Mengubah, menetapkan dan
mengesahkan atribut. Menetapkan dan mengesahkan pengurus baru
Dharma Pertiwi Pusat masa kerja tahun 2009 s.d. 2014.
Lebih lanjut
Panglima TNI mengatakan dalam sambutannya, pokok substansi yang
pertama tentang kepedulian sosial, yang merupakan watak dan warisan
nilai luhur budaya bangsa. Sensitivitas kepedulian sosial bagian
dari panggilan moral dan hati nurani yang paling dalam untuk
meringankan penderitaan sesama warga bangsa.
Selanjutnya pokok
substansi kedua yaitu pendidikan. Pendidikan sebagai kunci utama
dalam mencetak manusia-manusia berkualitas dan berkapasitas,
sehingga memiliki daya banding dan daya saing yang tinggi.
Pendidikan dalam keluarga juga tidak boleh dianggap remeh apalagi
diabaikan, karena dari sinilah dibangun fondasi utama yang paling
mendasar sekaligus dimulai mata rantai pertama dari seluruh proses
panjang pendidikan sepanjang masa. Kiranya peran pendidikan dalam
keluarga termasuk didalamnya pengasuhan dan pendampingan terhadap
putra putri senantiasa dinomor satukan dan diutamakan.
Pada pokok
substansi ketiga yaitu kesejahteraan. Kesejahteraan tidak sekedar
memiliki dimensi lahiriyah, melainkan juga dimensi batiniyah.
Kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek materi seperti penghasilan,
akan tetapi di ukur juga dari aspek rohani seperti ikatan batin dan
kekeluargaan dalam organisasi yang tinggi.
Menteri
Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Linda Amaliasari Agum Gumelar,
turut memberikan ceramah pada acara Munas ke-XI yang berlangsung
selama 2 hari yaitu tanggal 9-10 Desember 2009. Pada acara ini
pula disampaikan laporan umum Ketua Umum Dharma Pertiwi masa bakti
2004 s.d. 2009, pengesahan rencana kerja Dharma Pertiwi tahun
2009-2014, pengesahan AD/ART, pengesahan atribut Dharma Pertiwi.
Panglima TNI
berharap agar penyelenggaraan Munas ke-XI tahun 2009 dapat
mengakomodasi perkembangan organisasi TNI dengan meninjau kembali
AD/ART, juklak dan atribut, demikian juga dengan rencana kerja. Dimana
rencana kerja tersebut agar disusun dan sehingga dapat dilaksanakan
dengan baik pada masa 5 tahun kedepan.
Turut hadir
dalam acara ini adalah Kepala Staf Angkatan selaku Pembina Utama
Dharma Pertiwi unsur Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan
Pia Ardiya Garini. Para Ketua Dharma Pertiwi, Aspers Panglima TNI
selaku Pembina Harian Dharma Pertiwi, Ketua Harian Dharma Pertiwi,
Ketua Harian IKKT Pragati Wira Anggini, Ketua Umum Kowani, para
Wakil Ketua Umum unsur Dharma Pertiwi, para Ketua Daerah Dharma
Pertiwi.