Ketua Umum Dharma Pertiwi melaksanakan penanaman pohon dan
penyebaran bibit benih ikan di lingkungan kompleks Mabes TNI
Cilangkap Jakarta, Kamis (10/12/2009).Gerakan perempuan tanam dan
pelihara pohon ini merupakan program pemerintah yang juga merupakan
bagian dari komitmen Dharma Pertiwi untuk turut serta berperan
secara aktif dalam upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup serta
bagian dari peringatan 1 tahun hari menanam nasional yang jatuh pada
tanggal 28 November 2009 sebagaimana ditetapkan pada KEPPRES no 24
tahun 2008 tentang hari menanam pohon Indonesia.
Ibu Angky Djoko Santoso mengatakan bahwa salah satu cara dalam
menjaga eco system kehidupan, khususnya dalam rangka memelihara
kelestarian lingkungan Indonesia adalah dengan memasyarakatkan
gerakan tanam dan pelihara pohon serta menjalin komunikasi dengan
alam melalui sentuhan kesabaran, perasaan dan kelembutan sesuai
dengan kodrat dan naluri kaum perempuan.
Pada tataran global, dunia Internasional senantiasa mendorong
negara-negara yang memiliki hutan alam yang luas seperti Indonesia
dan Brasil, agar senantiasa menjaga keutuhan dan kelestarian
hutannya sebagai paru-paru dunia. Bertolak dari itulah dengan tulus
ikhlas, Dharma Pertiwi mempersembahkan dharma baktinya melalui
gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon. Dengan sumbangsih ini
diharapkan berguna dan bermanfaat bagi masayarakat, bangsa dan
negara dalam turut serta memelihara dan melestarikan lingkungan
serta menyelamatkan kehidupan. Ujar beliau.
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi dalam
rilisnya menjelaskan jumlah pohon yang ditanam ini sejumlah 1.131
pohon, turut hadir dalam acara ini Waaster TNI, Paban II Ster TNI,
Wadandenma Mabes TNI, perwakilan organisasi wanita ( SIKIB, APPB,
Bhayangkari, KOWANI, DWP, TP PKK Pusat)
Acara tersebut dilaksanakan usai menutup MUNAS XI Dharma Pertiwi
tahun 2009 di Gd. Panti Perwira Balai Sudirman Jakarta. Munas yang
dilaksanakan setiap 5 tahun sekali tersebut berlangsung selama dua
hari (9-10) dan dibuka oleh Panglima TNI Rabu (9/12). Secara formal,
Munas Dharma Pertiwi ini telah selesai namun secara substansial
justru kerja keras untuk melaksanakan hasil Munas ini baru akan
dimulai. Demikian sambutan Ibu Angky Djoko Santoso selaku Ketua Umum
Dharma Pertiwi dalam upacara penutupan Munas ke XI Dharma Pertiwi
tahun 2009.
Lebih lanjut Ketua Umum Dharma Pertiwi mengatakan bahwa sebaik dan
sesempurnanya keputusan yang diambil tidak akan bermakna secara
optimal, bahkan tidak akan memberikan manfaat apapun kepada
organisasi dan lingkungannya, bila tidak diikuti oleh kesadaran dan
komitmen yang tinggi dari segenap keluarga besar Dharma Pertiwi
untuk mengimplementasikannya secara baik dan benar.
Munas ke XI Dharma Pertiwi yang diikuti oleh 179 orang peserta yang
berasal dari unsur organisasi Dharma Pertiwi seluruh Indonesia telah
berjalan dengan tertib dan lancar. Seluruh peserta mengerahkan
segenap kemampuan baik tenaga maupun pikiran untuk memperoleh hasil
terbaik demi kemajuan dan peningkatan kinerja organisasi Dharma
Pertiwi, masa kini dan masa mendatang. Dengan dinamika demokratis
yang musyawarah mufakat memacu lahirnya pemikiran-pemikiran baru
yang positif dan konstruktif demi kemajuan dan peningkatan kinerja
organisasi Dharma Pertiwi serta guna penyempurnaan
kekurangan-kekurangan baik di tingkat pusat maupun daerah. Hasil
keputusan Munas XI akan menjadi acuan Dharma Pertiwi dalam
melaksanakan tugasnya 5 tahun kedepan.