Blat Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon (12/12). Sebagai Pasukan
Pemelihara Perdamaian (Peace Keeping Forces), prajurit-prajurit TNI
yang tergabung dalam Satgas POM TNI Konga XXV-B/Unifil disamping
harus menguasai Role of Engagement (RoE) maupun Standar Operating
Procedure (SOP) yang di tetapkan oleh PBB (UN), mereka juga harus
mampu menguasai bahasa asing dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan padatnya kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh prajurit TNI
serta melibatkan interaksi dengan orang asing, baik dengan anggota
Unifil dari Negara lain maupun dengan penduduk lokal setempat,
membutuhkan dukungan antara lain kemampuan berbahasa asing yang
memadai bagi setiap anggota, khususnya bahasa Arab dan bahasa
Inggris.
Untuk mewadahi hal tersebut, Komandan Satgas POM TNI Kontingen
Garuda XXV-B/Unifil, Letkol CPM Ekoyatma Parnowo, memerintahkan
beberapa Perwiranya untuk mengadakan kursus non intensif tiga kali
dalam seminggu secara terukur. Adalah Mayor Caj Muhammad Yunus,
Kapten Caj Eric Norman Naibaho dan Lettu Laut (KH) M. Dahlan, yang
ditugaskan sebagai tenaga pengajar bahasa asing (Arab dan Inggris).
Menurut Dansatgas Konga XXV-B/Unifil Letkol CPM Ekoyatma Parnowo,
kursus bahasa asing ini diwajibkan kepada seluruh anggotanya baik
Perwira, Bintara maupun Tamtama untuk tetap mengasah kemampuan
berbahasa asing. Kegiatan ini dirasakan sangat bermanfaat oleh seluruh
anggota yang mengikuti kursus tersebut, karena dari kegiatan ini
mereka dapat lebih professional di dalam melaksanakan tugas yang
diemban di lapangan. Selama mengikuti kursus, para prajurit TNI
mendapatkan pelajaran berupa teori 10 % dan praktek 90 %.
Demikian siaran pers Perwira Penerangan Satgas POM TNI Konga XXV-B/Unifil,
Lettu Laut (KH) M. Dahlan yang dikirim ke redaksi situs berita Lacakindonesia.com